Tampilkan postingan dengan label Dia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Juni 2013

Pernahkah?

"Pernahkah kau merasakan ini? Ketika hal sesederhana hujan, turun. Atau, ketika lagu cinta mengalun tak sengaja, menggelitik alam bawah sadarmu. Membawamu pada satu bayang wajah, lalu, kau bertanya pada kalbu, 'mengapa wajahnya?' ........Kau yang tak mendengar, atau memang tidak pernah ada jawaban? Kau bahkan tidak bisa deskripsikan rasanya. Kau hanya menikmatinya bagai semilir angin senja. Elusan hangatnya di kulitmu seringkali seakan berbisik, 'Terus berjalan, jangan berhenti melangkah.'  Namun, beberapa kali dingin. Ah, ya, rindu yang dingin--rindu yang buatmu ingin sesekali egois. Dan yang lebih aneh, detik kemudian kau merasa lega. Karena dia berada di tempatnya, karena setidaknya, ia terlihat baik-baik saja. Karena kau yakin Tuhan menjaganya tetap bahagia, seperti yang kau minta dalam khidmat doa."

Selasa, 28 Mei 2013

28

Jadi, ini yang mereka bilang, bumi seakan kehilangan gaya gravitasi?
Ketika kau jelas-jelas berpijak, namun tubuh serasa tak ada yang menopang
Dan pikiranmu, seketika kosong
Tak tahu arah, tak tahu ke mana harus melangkah
Semua terlihat salah
Langkahmu
Tatapanmu
Senyummu
Tak satupun dari itu benar, melakukan hal yang otak perintah
Tampak hati mengambil kendali tubuhmu
Merampas logikamu
Yang kau tahu, kau hanya ingin melihatnya
Sekali lagi saja
Lalu sudah
Ya, sudah lebih dari cukup

28.
Selalu membawa kejutan.
Tetapi, yang ini tidak lucu.
Tapi terima kasih.
Terima kasih sudah mengingatkan, diri ini masih banyak yang perlu diperbaiki.

Dan, 28.
Selamat, Tiara Rachmaniar!
Selamat datang di kampus perjuangan.

Minggu, 28 April 2013

Sesal

"Jadi, yang kau takutkan adalah?"

"Ia jatuh."

"Dan kau tidak?"

"Ya."

"Lalu, apa yang ia sesalkan?"

--

Ah, ya. Seperti halnya aku yang tidak pernah menyesal. Terima kasih. Sampai bertemu kembali!

Sabtu, 24 November 2012

May Contain Compassion

"Tak tahukah kau seperih apa perasaan hati yang tak terbalas? Menanti sesuatu yang tak kunjung datang? 

Hari berganti hari tetapi arah hati ku tak pernah berubah—selalu tertuju kepadamu. Aku tak pernah jenuh menunggu... menunggu untuk kau cintai. Namun, kau hanya menganggapku lalu. Seperti tak kasat mata aku bagimu. 

Terkadang lelah menyuruhku menyerah, memintaku berhenti melakukan perbuatan sia-sia dan mulai mencari cinta baru. Namun, bagaimana mungkin aku sanggup melakukannya?  Kalau semua tentangmu mengikutiku seperti bayangan yang menempel di bawah kakiku? Dan bagaimana pula caranya membakar habis semua rindu yang berbulan-bulan mengendap di hatiku? 

Aku berharap mendapat jawaban darimu. Namun, kau tetap membisu, membuatku lebih lama menunggu."

Good words, right? Siapapun yang membacanya pasti akan terenyuh, tidak peduli apakah dia sedang menunggu atau tidak.

Saya tidak dalam mode ingin bercoleteh mengenai hal-hal macam ini. Tidak sekarang, saat saya sedang diburu what-so-called quizzes-related stuffs untuk senin esok... Tetapi, siapapun kamu di luar sana yang sedang menunggu, jadikan momen tersebut untuk menjadi sebaik-baiknya dirimu. Sehingga jika orang yang kamu tunggu tidak kunjung menolehkan wajahnya padamu, seseorang lain yang lebih baik justru akan datang padamu.

Selamat berhari Minggu!

Saya Tidak Benci Hujan

Saya menyukai hujan sejak saya masih bocah. Dan saya mulai tidak benci hujan sejak tidak ada kamu. Hujan dan kamu, mengapa begitu lekat?